Something to be shared..
By kak Hazirah @ Dr. Hazirah

Scene 1
An adorable 2-years-old girl with a pair of beautiful blue eyes in her Quinny stroller, waved few times as she saw me walking down the stairs in the bus. Then she threw a big smile that truly melted my heart down! =)

Scene 2
A sick nurse who was about to leave helped to search for patients in the ward after ENT clinic was cancelled,just to find out after 15min walked up and down the hall that it wasn't fruitful..Yet,she paid an apology... and few seconds later, a smile and advise "Go for a nice shopping in the City Centre dear" =)

Scene 3
A foreign lady in the bus made a signal to her friends to keep their conversation at lowest tune soon as she realized I was saying a prayer (Ma'thurat). She smiled as I was making my way to the door to get down from the bus. And I return the smile for her unpaid kindness. =) 

Scene 4
Met a lovely Indonesian Muslim lady in the clinic. Gracious with her smile, it was a surprise to find out she's currently working as a babysitter to my ex-classmate! And Noaf, MasyaAllah, 2 months-old Said made me tachypnoeic for good few seconds.Anyway, ever notice that you have brighter smile than the good old days? A mum u are now btw! ^_^ =)

Scene 5
A lovely roommate walked upstairs to handed in a mug; when she herself is in complete package of what we say the common symptoms (and bugs?) during winter. Subhanallah! Can't replace the sweetness dear =) Allah bless u

For all the simple kindness and smile, it's just a manifestation of love engraved in the heart.
(as for those who lack of this, won't be able to crave even a single smile, or to cherish why there are so much love exists in this world..na'uzubillahiminzaalik)

We care and share love everyday; with families, friends, housemates, neighbours, classmates, strangers(sometimes?) and all other living; the trees, blooming flowers, greeny grass (they are all imaginations now in this wet and gloomy weather) etc etc. Love doesn't just arrives in words; in fact, at most of the times, they are more cherished and valued in the form of ACTION.

- Because of the unconditional  love; mum never gets tired for her children....be how fussy or demanding those generation can be; careless or reckless they behave daily,[Mama,pardon me for that ^_^] a mum never complaint!

- Because of the deep love, teachers are never satisfied in draining out their best efforts for the students..be how naughty or ungrateful the pupils can be at times; their success at the end are the ones that count. [academic and behaviour (read:akhlak) wise definitely]

- Because of the mutual love, friends are upgraded to the level named Sahabah (like at the time of Prophet;'bertemu tak jemu, berpisah rasa gelisah') and also as Sadiq, Rafiq and Zamil...be how miserable one can be at times, a sahabah is just there to comfort, encourage and console at the time of distress! [though as Mukmin we never should be(stressful)...but we are human anyway..]

- Because of exceptional love, one would care less of the 1.99euro made payable to the ALDI cashier as she got herself bouquet of blooming pinky red roses for a free stay in the room for the next couple of weeks until they finally rest in peace; following the most natural course as always. 'sedih'

and list goes on for kilometers long.

But hey, on top of everything, all of these, and that and those love, do we all know that they were just lil tiny portion of1% love made available to us since Adam and Eve?

erk, where's the remaining 99% then?

The utmost and genuine love; that are there, eternally..
Belong to The Most Merciful; ever since the unborn world till The Day of Resurrection.
Of Whom will be there for us;
Through the ups and down,
Through joy and sad,
Through laughter and tears,
Through ease and difficulty,
Through each section and second of life...

Undeniably,
ALLAH's Love are the Greatest of all!
He provides the oxygen (try not to breath within 50seconds?), water (3 days without it and one may RIP due to dehydration) and millions more to mention!
PLUS,
He 's there to reassure
He's there to rejoice
He's there to forgive
He's there to shower us with all HIS blessings,taufiq and hidayah.
And He's the One who sends us those amazing people who happened to mean so much in our life!

"....Surely, Allah's Mercy is (ever) near unto the good-doers." (Al A'raf, 7:56)

Have we ever enjoyed the touch of HIS LOVE? or at least do our best to feel them? Please myself and dearest, do not blind ourselves; look around, and savours the love! =)

And moreover, He prepared in advance to grant us with the most valuable gift in the Hereafter, which will be life-long; and that life is eternal! Plus, the 99% we mentioned earlier will be of available in this so called 'real life'! Subhanallah!


"That home of the Hereafter (i.e. Paradise), We shall assign to those who rebel not against the truth with pride and oppression in the land nor do mischief by committing crimes. And the good end is for the Muttaqun (pious). Whosoever brings good (Islamic Monotheism along with righteous deeds), he shall have the better thereof, and whosoever brings evil (polytheism along with evil deeds) then, those who do evil deeds will only be requited for what they used to do." (Al Qasas,28:83-84)

=')
"Then which of the Blessings of your Lord will you both (jinns and men) deny?" (Ar Rahman,55)
Oh Lord, forgive me when I whine....

Till the end of the day; never would I be ashamed to start of everything I do with
"In the Name of Allah, the Most Beneficent, the Most Merciful."  
Thank you Allah! =)

NB 1 : Jatuh cinta dengan ini http://www.youtube.com/watch?v=6hl5uhI9xkI&feature=player_embedded =)
NB 2 : Mari rajin belajar! Itu juga manifestasi cinta padaNya! =)

Aku terus merindui saat itu...
Saat di mana kali pertama berkenalan dengan dunia itu,
Tiada yang indah melainkan titian ke syurga.

Dan aku berkenalan dengan akhawat-akhawat sekalian,
Mengenal erti ukhwah yang hanya disandarkan pada Nya,
Mengenal erti usaha keranaNya.

Dan kini aku merasakan,
Aku dalam ketandusan,
Merindui kalian semua,
Kalian yang dipisahkan oleh puluhan benua,
Kalian yang walaupun dekat, tapi terpaksa berpisah dek hukum dunia,
Namun aku tahu ada satu persamaan yang ada antara kita, itulah UKHWAHFILLAH

Saat ini sahaja kerapkali air mata menitis...
Membaca kisah-kisah kalian di sana yang dalam perjalanan menuju redhaNya,
Merasa diri begitu kerdil dan tidak sama sekali layak bergelar daie,
Mencemburui kalian semua atas nikmat dakwah dan tarbiyyah,
Walaupun penuh onak dan duri,
Walaupun ditaburi kaca-kaca tajam,
Sungguh kalian begitu hebat,
Hebat mencipta sejarah...

Dan kini aku sedar, 
Aku harus bergerak,  ingatlah mad'u masih ramai di sekeliling,
Aku harus bergerak, meninggalkan comfort zone yang sudah lama melambai-lambai pergi,
Meninggalkan dunia khayalan semata-mata

Dan aku harus sedar realiti di depan,
Mereka-mereka bakal mujahid mujahidah, yang masih setia menanti
Dalam perjalanan membina individu muslim
:)

In fact, saya bukanlah orang yang layak untuk bercerita tentang ini. Saya hanyalah insan yang masih bertatih dalam dunia dnT dan saya bukanlah orang yang terbaik untuk menjawab persoalan ini. Malah, isu ini saja mungkin sahaja sudah lapuk dan mungkin boleh dibincangkan di blog-blog lain yang lebih hebat. Tapi, saya ingin berkongsi sesuatu.

Ada orang sudah bertudung labuh ketika di zaman sekolah lagi sebab mungkin sekolah lama sekolah agama dan ada yang memang ditakdirkan anak pakcik makcik ikhwah akhawat. Ada juga yang berkenalan dengan dunia dakwah dan tarbiyyah(dnT), yakni usrah dan sebagainya.

Baru-baru ini ada seorang akhawat bertanya bagaimana mahu bertudung labuh. InsyaAllah akan berkongsi di sini tapi sedikit pengalaman akhawat-akhawat lain yakni yang lebih hebat. Ini adalah kisah benar cuma ditambah tokok sedikit demi sedikit:)


Ada akhawat berubah secara step by step.
Perubahan ini mungkin sahaja dilakukan sebab takut tak istiqamah memakai tudung labuh ataupun tiada tudung labuh. Ada akhawat yang ingin memakai tudung labuh setelah berkenalan dengan dunia dnT. Ada cerita akhawat yang melakukan perubahan dengan hanya meminjam tudung bidang 50 dengan akhawat lain. Mengumpul koleksi tudung labuh sedikit demi sedikit. Kemudian bertukar ke bidang seterusnya, 55 dan 60 sampailah istiqamah memakai tudung labuh sehingga sekarang.

Ada akhawat melakukan perubahan secara ekstrimnya.
Ekstrimnya apabila akhawat ini pernah bersekolah di sekolah swasta yang pada masa itu tiada kesedaran untuk bertudung. Kalau tak silap saya, hanya ada beberapa orang pelajar sahaja yang bertudung . Kemudian apabila menghadiri satu program, beliau tersedar bahawasanya bertudung secara sempurna itu wajib. Ekstrimya apabila dikatakan berubah secara drastik. Terus sahaja pulang ke rumah dan menggunting kain untuk membuat tudung. Ekstrimnya kerana tudung yang dibuat itu adalah tudung labuh.


Cabaran mula bertudung labuh..


Segelintir akhawat berasa malu setelah melakukan perubahan sebab ada kawan-kawan yang memerli mereka apabila tampil dengan penampilan sebegitu. Ada yang pernah dipanggil ustazah. Pernah seorang ukhti cakap ungkapkanlah alhamdulillah apabila dipanggil dengan panggilan sebegitu atau seumpanya. Ada seorang akhawat pernah diperli namun masih terus istiqamah dan apabila ditanya biarkan sahaja caci maki puji muji tersebut.Bersabarlah bersabarlah dan berdoalah moga Allah kurniakan kekuatan untuk menghadapi situasi tersebut. Tanyalah dengan murrabbi masing-masing atau tanyalah dengan akhawat yang lebih berpengalaman bagaimana untuk menghadapi situasi tersebut.

“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)



Banyak lagi pengalaman-pengalaman akhawat lain yang lebih menarik. Kalau tak percaya tanyalah akhawat-akhawat lain yang sudah  lama di dalam dunia dnT.
Bukan sahaja bertudung labuh, malah lebih banyak lagi. Tapi biarlah kali ini saya bercerita perihal tudung labuh.

Ada yang tertanya-tanya wajibkah bertudung labuh?
Samalah dengan analogi tali pinggang keselamatan.

Tiada apa yang mampu saya katakan tapi cukuplah tudung yang dikenakan tidak jarang dan menutup dada.
Mintalah fatwa hati kalian....














Wallahualam.
Insan yang masih bertatih...
Akhawat zone...http://akhwatmedic.blogspot.com/search?q=tudung+labuh

Ukhti-ukhtiku...
Saat ini telah tiba
Dan aku hanya mampu melihat dari jauh,
Hanya mampu berdoa...

Ujian itu sunnatullah,
Percayalah setiap apa yang terjadi pasti ada hikmahnya
Bersangka baiklah denganNya
Sesungguhnya 'Aku mengikut sangkaan hambaKu'..
Itu janjiNya...

Sama-sama kita belajar untuk meredhai
Sama-sama kita belajar untuk mengingati
Dan moga Allah beri kekuatan

Ukhti-ukhtiku...
Bertuahlah wahai diri..
Diberi jalan seperti itu
kerna Allah tahu kemampuanmu..(2:286)

Ukhti ku...
Teruslah senyum..
Kerna senyum itu penawar duka pengubat hati...
Cantik wanita kerana kejernihan wajah
Manis wanita kerana senyuman yang indah
Ayu wanita kerana keserderhanaan
Hebat wanita kerana keimanan yang teguh
Ayuh sama-sama berusaha menjadi wanita itu..

 nescaya salah satu doa yang dimakbulkan olehNya adalah ketika mengalami kesusahan:)

p/s :post merepek..:)
khas buat ukhti-ukhtiku

Alhamdulillah, hampir sebulan berada di bumi penang betul-betul menambahkan satu lagi versi baru. Siapa sangka perancangan Allah itu sangat hebat. Seperti yang dikhabarkan dalam post sebelum ini bahwasanya saya memang tidak menyangka akan tercampak di sini sama sekali. Sekali lagi, rasa takut tetap menjalar sebab terasa keseorangan walaupun diyakinkan dengan kata-kata mereka. Mereka di bumi Ipoh...:)

Kini, betul-betul bersyukur dengan nikmat yang Allah kurniakan dan percaya setiap kejadian ada hikmahnya. Pertama kali menjejakkan kaki di sini, hati saya menjadi cuak gara-gara ada beberapa masalah yang dihadapi. Terasa sejarah berulang kembali semasa di kolej lama. Oh, cepatnya melatah di situ walaupun baru dicuit sedikit sahaja. Penat tapi Allah itu sangat baik. Maha baik. Mereka dari bumi Ipoh datang menziarahi kami disini. Inilah kuasa ukhwahfillah..:)

Tempat baru, cabaran baru dengan usia tarbiyyah semakin bertambah, maka banyaklah cerita-cerita baru, banyaklah cabaran dalam berukhwah, banyaklah cerita medic versi lain,pengalaman orang yang mahu berubah. Insyallah akan dicoretkan untuk post yang akan datang.

Sedikit muhasabah untuk diri sendiri dan orang lain kalau boleh,

Kita berada di jalan dnT...tugas daie kita buat, senang mencari dek kerana kita dikelilingi biah soleh solehah, ada daurah setiap hujung minggu, ada orang yang nak bawa usrah, ada ramai adik-adik yang ditarget, duduk dalam RI, bersama-sama akhawat, sentiasa gembira dengan suasana yang kurangnya jahil, tiba-tiba Allah campakkan kita di sebuah kawasan, usrah kena cari sendiri, daurah makin berkurangan, tiada lagi akhawat, hanya seorang dua menemani, tiada lagi RI, hak dan batil bercampur-campur, yang ada hanya ramai para mad'u, mampukah melaksanakan tugas-tugas sebagai khalifah, mampu tak nak ajak rakan-rakan join usrah tanpa akhawat di sekeliling, tanpa suasana yang memang tersedia ada jalan itu?

Kalu dulu, berhati-hati menjaga pandangan, tak perlu risau sebab ikhwah-ikhwah pun tunduk..tiba-tiba tercampak di sebuah kawasan..tiada lagi para ikhwah, zina mata berleluasa, yang ada hanya mereka-mereka yang perlu ditarget dan mampukah segala lagi nak kekalkan pandangan mata dan hati?

Kita boikot barangan yahudi, kawan-kawan turut boikot tapi sampailah satu masa keseorangan tiada lagi mereka yang faham, mampu tak nak boikot?

Kita tulis blog dan jadikan ia salah satu wadah untuk islam tapi tiba-tiba ada orang menghina tulisan kita dengan kata-kata nista, mampu tak nak teruskan tulisan ini untuk islam?

Mengaduh walaupun diuji baru sedikit?

Sebenarnya, ini adalah apa yang saya fikirkan sejak beberapa bulan yang lepas. Mungkin ada yang silap faham kerana saya memaksudkan kini dan sekarang ibarat tempat baru dan tempat lama. Tidak..tidak..Tidak sama sekali. Saya tidak membandingkan pun malah lebih bersyukur sebab berada di sini. Saya hanya menjadikan diri ini salah satu muhasabah kepada diri sendiri dan adakah saya mampu melaksanakan tugas-tugas saya. Mampu ke saya nak ajak mereka pergi usrah, nak ajak adik-adik,  nak ajak solat jemaah, nak cari daurah, nak boikot produk yahudi, nak mantapkan mutabaah amal tanpa akhawat di sisi, ibaratnya mereka ini menjadi catalyst. Mampu ke tak?

Ye, memang diakui suasana amat memainkan peranan. Futurnya diri ini tanpa biah solehah, futurnya diri ini apabila tiada lagi yang memberi tapi niat lah permualaan segalanya... Ada akhawat pernah tanya sebab apa join usrah, sebab semua orang join usrah ke kat sekeliling awak?

Segala amalan adalah berdasarkan niat. Setiap orang hanya mendapat apa yang diniatkan. Justeru, sesiapa yang penghijrahannya adalah menuju kepada Allah dan RasulNya, maka penghijrahannya adalah penghijrahan kepada Allah dan RasulNya. Sesiapa yang penghijrahannya kerana dunia yang bakal diperolehi atau kerana wanita yang bakal dikahwini maka penghijrahannya adalah penghijrahan menuju kepada apa yang dingininya”.Hadis Sahih Bukhari dan Muslim


InsyaAllah saya akan cuba memperbaiki niat dari masa ke masa:)

Harap saya tidak menjadikan sebagai satu alasan kerana suasana itu, insyaAllah suasana itu mampu dibentuk walaupun dengan menyentuh hati-hati mereka dengan perkara perkara kecil.  

Mungkin lambat tapi tak mustahilkan?
Allah pandang usaha bukan hasil.

Sedikit sekali Allah hanya  menguji kalau nak dibandingkan dengan orang lain

p/s..untuk orang sebelah dan orang-orang baru:)

Tahu malam ini pasti ramai orang-orang 'terdekat' yang datang melawat pabila ramai yang sudah merisik-risik...:)

Semoga ini menjadi wadah kita dalam menempuh hidup sebagai seorang daie...

Kisah-kisah usrah..
Kisah-kisah daurah...
Kisah-kisah pelajar perubatan
Kisah seorang daie...

Untuk diri sendiri dan kalau boleh untuk diri orang lain juga..

ahlan wassalam..

Saat ini, saya tak tahu untuk mengungkapkan kata-kata tentang apa yang dirasa.


Bercuti selama 3 bulan selepas 'peristiwa itu' di kolej lama, kemudiaan bakal menyambung cita-cita di tempat baru beberapa hari lagi memang teramat sukar. Lupakan peristiwa itu.


Tempat baru


Rasa bersemangat sekali untuk memulakan hari-hari baru dengan kaca mata dnT di tempat baru. Tidak sabar untuk bertemu dengan orang-orang dnT dan juga ingin sekali memulakan tugas sang murabbi setelah sekian lama bercuti.


Tapi ada kalanya, saya rasa takut memikirkan suasana baru, siapa akan saya temui terutamanya akhawat-akhawat dan merasakan diri keseorangan.Sedikit sebanyak hal ini merungsingkan saya atas sebab-sebab tertentu atau mungkin saja hanya saya yang bersangka demikiaan. Perasaan sentiasa bercampur baur.


Kata seorang akhawat..


Expect yang terbaik. Permulaan yang baru manfaatkan....


Saya berusaha menyangka yang baik, berharap akan bertemu akhawat-akhawat di sana dan juga bakal-bakal daie. Ayat 286 surah al baqarah sentiasa tergiang-giang.Tapi kadang-kadang terselit rasa gelisah. Jelas diri rasa futur bila merasakan diri ini bersendirian apabila akhawat-akhawat lain tercampak di kolej lain.


Bersangka yang bukan-bukan.
Nauzubillahiminzalik


Tidak sedarkah saya bahawa apa-apapun bakal terjadi, Dia yang paling  dekat sekali.
Tidak sedarkah saya bahawa Allah mengikut sangkaan hamba-hambaNya.


Rasa semangat jatuh merundum...


Tapi Allah itu akan Maha Penolong. Baru sahaja menerima khabar gembira. Saat dikhabarkan ada beberapa orang akhawat senior di sana tadi, perasaan berbunga-bunga. Macam orang bercinta kot. Bersemangat lagi bila ada akhawat cakap...


jadilah seperti nila yang pekat. Jatuhnya setitik membirukan sebelanga air, awak tercampak ke mana pun, 'birukan tempat itu ye. Contohi jaafar bin abi talib r.a., mus'ab bin umair r.a., dan abu dzar al-ghifari r.a. yang menjadi nila islam.


Oh, saya mahu menjadi nila yang dikhabarkan itu. Saya mahu bersangka baik dengan Allah.


Moga saya dipertemukan dengan daie-daie di sana, bakal-bakal akhawat dan juga para al hawariyyun.
Moga segala urusan saya sebagai daie dan pelajar perubatan di sana berjalan dengan lancar.


Sedar perasaan gembira ini pun satu ujian dan bukankah Dia telah berfirman,  tidak beriman seseorang itu selagi belum diuji.


InsyaAllah doakan saya terus thabat, bersemangat waja di sana..:)




Ibrahnya


Orang cakap nak seribu daya, tak nak seribu dalihkan. Sama macam kes ni, kadang-kadang kita sendiri yang kena bergerak nak cari akhawat-akhawat di sana, dengan siapa untuk kita berusrah walaupun ada murrabbi yang membantu nak pass nama dekat jemaah di sana. Pengalaman pun satu tarbiyyah kan.?


Wallahualam


p/s:Terima kasih untuk mereka yang sentiasa mendoakan saya, hanya Allah yang dapat membalas jasa kalian. Post ni tak ditujukan kepada siapa-siapa tapi pun tapi gelora jiwa saya sendiri.Hehe...